BUDAYA LOMBOK
PERANG KETUPAT DI PURA LINGSAR
tradisi yang dilaksanakan turun temurun selama ratusan tahun di Desa
Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, itu justru memperkokoh
kerukunan antara umat Muslim dan umat Hindu di sana
“Sejak leluhur, turun temurun selalu melaksanakan tradisi ini. Biasanya
habis panen raya, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan juga
berharap agar musim tanam ini mendapat kesuburan. Ini juga mempererat
hubungan sosial dengan teman Hindu,” kata Sahyan (36), warga Desa
Lingsar yang juga sebagai pengurus di bangunan Kemaliq.Setiap tahun masyarakat Desa Lingsar melaksanakan perang topat di kompleks Pura Lingsar, sebuah Pura yang dibangun pada tahun 1759 pada zaman Raja Anak Agung Gede Ngurah, keturunan Raja Karangasem Bali yang sempat berkuasa di sebagian pulau Lombok pada abad ke 17 silam.
Pura Lingsar terletak sekitar 9 Km arah Timur dari Kota Mataram, dan bisa dibilang bangunan Pura paling unik se-nusantara. Sebab, di dalam kompleks Pura Lingsar terdapat dua bangunan besar yakni Pura Gaduh sebagai tempat persembahyangan umat Hindu, dan bangunan Kemaliq yang disakralkan sebagian umat muslim Sasak dan masih digunakan untuk upacara-upacara ritual adat hingga kini.
Dua bangunan itu dibangun dengan arsitektur Bali , berdiri berdampingan tanpa jarak. Di depannya ada dua jabe atau pelataran halaman. Karena keunikannya sejak 1990-an komplek Pura Lingsar ditetapkan sebagai benda cagar budaya.
Masyarakat Desa Lingsar selalu menggelar ritual perang topat pada hari ke 15 bulan ke tujuh pada penanggalan Sasak Lombok, yang disebut purnama sasih kepitu (Purnama bulan ketujuh), atau hari ke 15 bulan ke enam pada penanggalan Hindu Bali, yang disebut purnama sasi kenem (Purnama bulan keenam). Itu tepat pada malam bulan Purnama, yang tahun ini jatuh pada hari Sabtu, 10 Desember 2011.
Pada malam Purnama itu, umat Hindu merayakan odalan atau ulang tahun Pura Lingsar, dengan melaksanakan upacara Pujawali. Sedangkan umat muslim melaksanakan napak tilas memperingati jasa Raden Mas Sumilir, seorang penyiar agama Islam dari Demak, Jawa Tengah, yang menyiarkan Islam di Lombok pada abad 15.


No comments:
Post a Comment